Manuver Jokowi-JK Ngotot Ingin Jadi Capres-Cawapres
Written By Unknown on Saturday, May 3, 2014 | 5/03/2014 11:57:00 PM
Manuver Jokowi dan JK Keduanya ngotot mau jadi capres dan cawapres hingga lupa diri, Jokowi dan JK keduanya contoh manusia lupa diri, tak tahu diuntung dan munafik. yang satu tokoh bau kencur, satu lagi bau tanah.
Jokowi si bau kencur dipaksakan AS, china, james riady cs & mafia konglomerat cina Indonesia maju capres, untuk dijadikan presiden boneka. Si JK bau tanah memaksakan diri segala cara, mau bayar segala, nempel sama umat katolik dan restu paus, agar bisa kembali berkuasa.
Heran rakyat tdak menghukum mereka berdua. Para tokoh bangsa kehilangan kharisma, wibawa & martabatnya, menutup mata hati pada fakta-fakta. Mereka punya mata tapi seolah buta. Sudah tahu Jokowi itu siapa. Tak berguna bagi rakyat, bangsa dan negara, Badut yang dipaksa jadi Raja.
Kami pernah analogikan rakyat kita bukan hanya tidak punya orang tua, tapi juga tidak miliki kerabat & saudara. Yatim Piatu yang sempurna. Jokowi tidak pernah tunjukan prestasi dan kinerja baik sebagai Gubernur Jakarta, sejak dilantik 15 Okt 2012 sibuk urus dirinya saja.
Jokowi sejak dilantik ngebut buang-buang APBD Jakarta, uang dari pajak rakyat untuk menopang popularitas pribadi, kesana kemari jajakan diri. 603 miliar anggaran Dinas Pariwisata DKI Jakarta sebagian digunakan Jokowi untuk kepentingan pribadinya, progam-program populis kedok belaka
Biaya perjalanan dinas Pemda DKI, lagi - lagi adalah uang negara digunakan Jokowi untuk dukung kampanye dirinya ke seluruh Indonesia.
Proyek-proyek Pemda DKI Jakarta diserahkan pada kroni-kroninyanya bermuara jadi korupsi & bencana. Jokowi tidak berguna, hanya jadi beban warga Jakarta. Lihat kinerja Jokowi 2013 : PAD tak tercapai meski NJOP PBB naik hingga 140%. APBD tak terserap, < 70%. Program-program macet. Korupsi marak. Akibatnya pertumbuhan ekonomi Jakarta anjlok dari 6.53% thn 2012, turun ke 6.11% tahun 2013. Terima kasih Jokowi. Anda memang sampah.
Semua parameter kinerja Jokowi Gubernur Jakarta anjlok. Satu-satunya yang naik hanya jumlah orang miskin Jakarta, naik 3.7%. Terima kasih Jokowi. Ups, maaf. Ada lagi yang naik : jumlah PNS DKI yang ditangkap dan jadi tersangka korupsi juga naik 800%. 3 orangg tahun 2012 jadi 24 orang tahun 2013. Bagaimana dengan janji-janji kampanye Jokowi Ahok. Alhamdulillah, hampir semua tidak terwujud. Hanya manis dibibir, glembuki warga Jakarta.
Si Petruk Jokowi, badut yang pengen jadi raja, meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya selaku gubernur Jakarta, pengemban amanat rakyat. Jokowi memprioritas tugas dan jabatannya sebagai bakal calon presiden dengan melalaikan kewajiban dan tanggung jawabnya selaku Gubernur.
Sibuk kampanye kemana-mana sampai ke Papua, seolah-olah pekerjaan gubernur adalah sampingan belaka dan waktu luangnya begitu banyak tersedia. Lupa bahwa dia dipilih untuk melayani rakyat Jakarta, bukan menjadi capres banci kamera, gila pemberitaan media, menghambur-hamburkan APBD DKI. APBD DKI dipungut dari keringat rakyat, hanya untuk kepentingan pribadinya belaka. Jokowi manusia tidak tahu diri, khianat, penjahat.
Jokowi juga memprioritaskan balas jasa kepada para cukong majikannya yang telah mengantarkannya menjadi gubernur Jakarta. Jokowi dengan segala tipu daya menjadikan jabatan gubernur DKI sebagai batu loncatan untuk jadi calon presiden Indonesia. Khianat & maling.
Jokowi pengkhianat dan maling. KKN dengan para cukong sebagai balas jasanya melalui proyek-proyek pemda DKI, dari APBD maupun proyek non APBD. Proyek pengadaan Bus Reguler dan Non Reguler Trans Jakarta Rp. 1.5 triliun dia berikan kepada mantan timsesnya Michael Bimo Putranto.
Proyek MRT dan Monorel diserahkannya kepada Edward Suryajaya cs yang telah menjadikannya walikota, gubernur dan nanti presiden boneka. Proyek MRT dan Monorel senilai belasan triliun rupiah itu, alhmdulillah tidak ada progresnya hingga sekarang alias mangkrak bin macet.
Proyek Pengadaan Bus TransJakarta, Alhamdulillah sukses dikorupsi mereka bersama-sama. Terima kasih Jokowi. Kau brengsek tak tahu diri. Sebagai warga Jakarta, pembayar pajak, kami punya hak mencaci maki dan tuntut pertanggungjawaban Jokowi. Gubenur pengkhianat dan pencuri.
Herannya para tokoh, media, aktifis, DPRD, politisi, ulama, cendikiawan dst takut untuk mengoreksi Jokowi. Tak berani. Takut tak populer. Mereka takut menyeret Jokowi, mengusir si glembuk pencuri, karena Jokowi dibela opini. Dibela arus utama media massa, pembela Jokowi.
Cendikiawan kehilangan nalar dan logikanya. Ulama kehilangan hati nuraninya, tokoh kehilangan ketokohannya. Jokowi sampah disembah-sembah. Ulama lebih takut sama koran ketimbang Tuhan. Cendikiawan mengesampingkan kebenaran ilmiahnya demi dapat pujian. Jokowi sampah dipuja-puja.
Coba gunakan akal dan hati nurani. Kinerja jokowi mana yang dapat disebut prestasi. Janji mana yang telah dia tunaikan dan tepati. Sampah. Jaman sekarang memang jaman edan. Jokowi maling, pengkhianat yang tak bertanggung jawab, badut glembuk, penipu ulung, kok malah diusung?
Kehancuran Jakarta sudah tampak di depan mata. Tak ada jejak Jokowi sedikit pun dalam membenahi Jakarta. Semua hanya janji dan tipu daya. Kini Jokowi mau jadi raja, tepatnya mau jadi presiden boneka. Jadi jongos AS dan mafia cina. Mau jadi apa negara kita ? Hancur merana
Syahwat tokoh-tokoh mau berkuasa, lupa diri & menutup mata. Mematut-matut muka, kempiskan perut picingkan mata. Ngemis-ngemis mau jadi cawapres si Durjana. Menangis Bung Karno dan Bung Hatta dari dalam kuburnya, melihat bangsa Indonesia tercabut dari akar kepribadiannya. Hilang karakternya.
Menangis para pahlawan bangsa, percuma tumpahkan darah dan kehilangan nyawa untuk mendirikan dan mempertahankan, negeri tercinta ini. Sebagai anak negeri yang terpanggil jeritan ibu pertiwi. Lebih baik kami angkat senjata, perangi Jokowi dan antek-antek dibelakangnya !
Daripada negeri ini dikuasi cukong-cukong Jokowi, menjadi negeri jajahan asing & mafia cina, lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar samudra !
Maafkan kami karena sikap kami beda !
Maafkan kami karena cinta pada Indonesia !
Maafkan kami karena kobarkan perang pada musuh negara !
Jika nanti Jawa jatuh dan tenggelam ke dasar samudera neokolonial, di bawah kami penjajahan mafia, konglomerat dan asing, Kami siap teruskan perjuangan melawan penjahahan, melalui pembentukan negara melayu raya.The Great Malaya. The New Republik Indonesia.
Kami tdk sudi dipimpin jongos boneka cukong mafia cina, antek aseng dan asing. Kami punya harga diri. Tidak sudi jadi jadi rakyat jajahan. Apakah kurang penderitaan rakyat selama ini ? Sudah lebih 87% kekayaan negara ini dikendalikan 1% elit konglo dan mafia cina ?
Apakah kurang penguasaan dan perampokan SDA negara kita oleh aseng dan asing ? Apakah masih mau RI dijajah aseng dan asing via Jokowi. Kalau kami, tidak. Kami tidak sudi dipimpin Presiden Boneka Jongos Cukong mafia cina dan asing. Lebih perangi mereka, angkat senjata.
Namun sebelum perangi Jokowi dan cukong-cukongnya. Kita masih bisa cegah dengan segala cara. Gagalkan pencapresannya, usir Jokowi dari Jakarta.
Sumber @TrioMacan2000
Label:
politik
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment